Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Sehat Menjaga Kesehatan Makanan

Written By Unknown on Minggu, 08 April 2012 | 22.30

Sehat Menjaga Kesehatan Makanan Musim hujan, biasanya identik dengan musim penyakit. Bila tidak memperhatikan kebersihan, bahan makanan bisa saja terkontaminasi bakteri. Hati-hati, kasus keracunan makanan akibat kebersihan yang tidak diperhatikan meningkat. Gejalanya mulai dari diare, muntah-muntah, hingga dehidrasi.

Tentunya, Anda tidak ingin hal tersebut menimpa buah hati dan anggota keluarga lainnya, kan? Karena itu, kebersihan bahan makanan, mulai dari menyimpan dan mengolahnya perlu diperhatikan. Lalu, bagaimana cara menyimpan dan mengolah makanan dengan benar?

Menyimpan dalam wadah
Bila kebiasaan Anda belanja bulanan, tentu banyak bahan makanan yang perlu disimpan dengan baik. Sebelum menyimpan daging ayam, ikan, dan sapi dalam lemari pendingin, bersihkan dan potong-potong terlebih dulu. Lalu, masukkan ke dalam wadah atau plastik penyimpanan makanan. Dengan cara ini, bisa memperlambat bakteri yang bisa muncul. Serta, dapat menghambat bakteri menyebar pada bahan makanan lain yang disimpan dalam lemari pendingin.

Buah-buahan dan sayuran juga sebaiknya dibersihkan dengan air sebelum disimpan. Sedangkan, makanan dalam kemasan sebaiknya Anda selalu mencatat, tanggal waktu ketika Anda membuka kemasan. Cara ini juga menghindari makanan yang tersimpan terlalu lama, dan menjadi ‘rumah’ bakteri. Yang pasti, selalu pastikan lemari pendingin berfungsi dengan baik.

Cuci di bawah air mengalir
Cuci sayuran, buah dan bahan makanan lain di bawah air mengalir sebelum dimasak. Jika sayur untuk lalapan, celupkan sebentar dalam air panas untuk mematikan bakteri.

Tidak hanya bahan makanan, bersihkan juga alat masak di bawah air mengalir sebelum dan sesudah dipakai. Cuci dengan sabun hingga benar-benar bersih, lalu keringkan. Pastikan alat masak terhindar dari debu dan kotoran. Bila alat masak tidak bersih, bahan makanan yang diolah di dalamnya akan sangat mudah terkontaminasi bakteri.

Olah makanan hingga matang
Pastikan air yang Anda gunakan untuk memasak makanan dalam keadaan mendidih. Sehingga, bisa mematikan bakteri-bakteri didalam bahan makanan.Jika Anda memasak daging, pastikan warnanya sampai berubah menjadi cokelat. Bila memasak telur, pastikan bagian kuningnya matang. Kuning telur dalam yang setengah matang, tidak terlalu baik untuk dikonsumsi, karena virus dan bakteri belum sepenuhnya mati.

Cuci tangan
Selain membersihkan alat masak, jangan lupa untuk selalu cuci tangan sebelum dan sesudah memasak. Tangan adalah bagian tubuh yang paling cepat menyebarkan bakteri. Untuk itu selalu bersihkan tangan dengan sabun di bawah air mengalir.

Sajikan makanan segera setelah matang.
Setelah matang sebaiknya makanan langsung disajikan. Selain lebih lezat, makanan juga dalam keadaan segar. Jangan terlalu lama menyimpan makanan matang, karena akan banyak bakteri yang muncul Sehat Menjaga Kesehatan Makanan
22.30 | 0 komentar | Read More

Olahraga Jangan Terlalu Berlebihan

Olahraga Jangan Terlalu Berlebihan Sukses menurunkan berat badan dengan berolahraga? Itu memang wajar. Tapi, bila sehari tak berolahraga, Anda langsung merasa cemas dan bersalah, karena takut gemuk, itu yang tidak wajar. Bisa jadi, Anda terobsesi berolahraga, karena tak ingin bobot tubuh melonjak lagi!

Bila Anda belum menyadari porsi olahraga yang Anda jalani berlebihan, ini tanda-tanda dosis olahraga berlebihan.

- Durasi olahraga lebih dari satu jam setiap sesi (time), melakukan beberapa jenis latihan fisik dalam sehari (multiple exercise) Misalnya, dalam satu hari, pagi: jogging, siang: latihan beban, malam: aerobik (intensitas), dan juga menjalani olahraga selama lebih dari 5 hari dalam satu minggu (frekuensi).

- Napas terengah-engah kala olahraga, hingga sulit berkata-kata. Tes ini disebut sebagai talk-test. Bila Anda tidak mampu berbicara jelas ketika menjalani latihan fisik, itu bisa menandakan Anda kehabisan napas. Pusing, mual, dan jantung berdebar kencang kala melakukan latihan fisik, juga bisa dijadikan indikasi overtraining.

Sebaiknya, kondisi ini jangan disepelekan. Kenali dampaknya:

Otot cedera. Otot-otot tubuh yang digunakan saat berolahraga, terkadang mengalami cedera minor, yang tidak tampak, dan terkadang tidak terasa. Nah, kondisi tersebut butuh recovery time (waktu pemulihan), agar otot-otot cedera minor yang ada sisa-sisa oksidasi tersebut dapat diangkut kembali dan dinetralisir, sehingga pada aktivitas olahraga berikutnya, otot-otot tubuh tidak rentan cedera. Cedera otot yang mungkin terjadi, seperti terkilir, otot robek, hingga patah tulang.    

Menurunkan metabolisme tubuh. Apalagi jika olahraga berlebihan ini dijalani bersamaan dengan program diet yang sembarangan, otomatis metabolisme makin terganggu. Akibatnya, kondisi ini akan menjurus pada insomnia, mudah depresi, lelah berkepanjangan, serta nafsu makan menurun, hingga daya tahan tubuh  berkurang.

Membuat siklus haid tidak teratur. Jika intensitas olahraga terlalu tinggi, menyebabkan banyak lemak dalam tubuh terbakar. Padahal, lemak dalam tubuh berfungsi memproduksi estrogen. Jadi, wanita yang memiliki lemak terlalu sedikit, tubuh tidak bisa secara teratur berovulasi, sehingga dapat mengakibatkan haid terhenti (amenorrhea). Kondisi ini juga berujung pada infertilitas. Bila tidak terjadi ovulasi dalam organ reproduksi, kehamilan juga akan sulit terjadi.

Jadi, enyahkan juga konsep cantik dan langsing yang menyesatkan pikiran Anda. Olahraga seharusnya  aktivitas yang menyenangkan dan menyehatkan!

Maka itu, layaknya program diet, olahraga juga mesti dilakoni dalam porsi tepat. Normalnya, frekuensi olahraga 3-4 kali seminggu, yang dijalani tidak dalam hari berurutan. Dari segi intensitas, lakukanlah satu jenis olahraga sehari.

Misalnya, jika Senin, Anda melakukan olahraga kardiovaskular seperti jogging atau aerobik, mungkin di hari Rabunya, Anda menjalani latihan beban. Sedangkan, untuk durasi, dalam batas wajar olahraga dilakukan selama 20-60 menit setiap sesi Olahraga Jangan Terlalu Berlebihan
22.27 | 0 komentar | Read More
Techie Blogger